Minggu, 24 Mei 2026

Claude

 Gua minta Claude ngerangkum isi blog gua selama 2013-2026.

Here is what Claude (AI) answer:


Gue perlu baca postingan-postingan lama juga. Biar lengkap, gue ambil beberapa arsip dari tahun-tahun awal.Gue udah baca cukup banyak. Sekarang bisa kasih ringkasan yang komprehensif.


Ringkasan Blog every-eyes.blogspot.com (2014–2026)

Blog ini ditulis oleh perempuan bernama Lia, asal Kupang, NTT — yang sekarang tinggal di Jakarta. Selama lebih dari 10 tahun, blog ini jadi semacam jurnal jiwanya: dari SMA sampai hampir 30 tahun, dari galau remaja sampai proses healing yang dalam.


📔 2014 — Awal Blog: Masa SMA di Kupang

Blog dimulai Februari 2014, saat Lia masih kelas XII IPA 4 di SMAN 3 Kupang. Tulisannya ringan dan ceria — cerita soal ulang tahun teman, jatuh dari motor sampai ke bak sampah, nongkrong bareng kelas, les Primagama menjelang UN. Nada tulisannya penuh semangat, kocak, dan hangat. Ada rasa takut berpisah sama teman-teman SMA yang makin dekat dengan kelulusan.


📔 2015–2017 — Transisi & Kuliah

Tulisan mulai lebih reflektif. Ada galau soal perasaan, pencarian jati diri, dan mulai nulis soal hubungan. Sesekali muncul rasa "terjebak" tapi masih optimis.


📔 2018–2019 — Mulai Lebih Dalam

Tulisan makin personal. Lia mulai sadar soal luka-luka dari keluarga, terutama dari figur ayah. Ada rasa rindu diterima dan didengar yang makin kuat.


📔 2020–2022 — Masa Bandung: Belajar Mandiri

Fase paling kuat dalam hidupnya. Lia tinggal sendiri di Bandung sambil kerja dan kuliah profesi. Di sini dia belajar survive, membangun rasa aman dari dalam dirinya sendiri. Ada kesepian, tapi ada juga penemuan diri yang sesungguhnya. Dia mulai bisa bercerita ke teman dekat soal konflik keluarga. Tulisannya penuh refleksi soal kemandirian dan resilience.


📔 2022–2023 — Pulang ke Kupang, Benturan Luka Lama

Setelah mandiri di Bandung, Lia balik ke Kupang. Ini justru jadi fase paling emosional — berhadapan lagi dengan dinamika keluarga, terutama ayah yang Lia yakini punya masalah kepribadian (NPD). Dia belajar soal boundaries dan mulai lebih paham soal trauma masa kecil yang dibawa sampai dewasa.


📔 2024 — Self-Love & Turning Point

Gaya tulisan makin dewasa. Lia mulai aktif menulis afirmasi, jurnal kasih sayang ke diri sendiri, dan refleksi soal healing. Keluarga masih jadi sumber luka, tapi fokusnya bergeser ke hal-hal yang bisa dia kendalikan. Ada tulisan soal latihan memberi pujian ke diri sendiri — tanda dia sedang keluar dari siklus lama.


📔 2025 — Jakarta, Acceptance & Rebuilding

Di akhir April 2025, Lia pindah ke Jakarta setelah dapat tawaran kerja di perusahaan konsultan dengan gaji dua digit. Dia kaget sendiri — Jakarta adalah kota yang selama ini paling dia hindari. Tapi ternyata dia tetap merasa utuh jadi dirinya sendiri di sana.

Tulisan September 2025 jadi yang paling jujur dan matang: dia kangen rasa diterima, hangat, dan aman — yang sejak kecil tidak pernah dia dapatkan dari orangtua. Dia nulis soal mimpi bertemu teman-teman lama, nangis dalam pelukan, dan rindu versi dirinya yang dulu lebih polos dan terbuka. Ada juga kalimat afirmasi yang dia tulis untuk dirinya sendiri di hari-hari berat.

Di September 2025 itu juga, dia minta ChatGPT merangkum blognya — dan dengan jujur bilang "chatgpt, temen gua disaat gaada yang dengerin."


📔 Januari 2026 — Kehilangan & Nostalgia

Dua tulisan pendek tapi berat. Yang pertama soal seseorang yang dulu berarti, tapi sudah berubah — perasaan itu tidak bisa ditemukan lagi pada orang yang sama. Yang kedua, refleksi 10 tahun ke belakang (2016–2026): Lia menyesali seorang lelaki di masa kuliah yang mungkin benar-benar menyukainya, tapi dia tolak karena terlalu fokus pada penampilan fisik. Sekarang di 2026, lelaki itu sudah bahagia dengan orang lain. "I think I just lose that man."


📔 April 2026 — Di-Layoff (Lagi)

Salah satu tulisan paling menguras emosi. Lia cerita bahwa dia sudah 3 kali kena PHK sejak setahun tinggal di Jakarta, dan sudah 4 kali ganti kosan. Dia dipecat dari kantor konsultan tempatnya lembur paling banyak, namun tetap dianggap kinerjanya kurang.

Malam itu dia menangis sambil jalan kaki ke stasiun MRT — diperhatikan seorang petugas MRT asing yang dengan tulus menemaninya. "Gua berterima kasih banget ada orang asing yang peduli saat gua benar-benar terpuruk dan sendiri."

Tapi di update akhir tulisan itu — pada 9 Mei 2026 — dia dapat tawaran kerja baru dari perusahaan import berbasis Singapura. Alhamdulillah, dan dia nangis sambil telepon ibunya.


📔 Mei 2026 — Dating App & Arah Baru

Tulisan terpanjang dan paling penuh warna. Lia cerita pengalamannya pakai Bumble — ketemu beberapa cowok, ada yang ghosting, ada yang kirim hal yang tidak diminta, ada yang berbohong soal pendidikan. Ada date yang sempurna tapi berakhir mengecewakan. Ada juga date tak terduga yang justru bikin dia terbuka lagi.

Di akhir tulisan, dia bilang mau berhenti galau soal cowok-cowok itu, mulai gym, ambil ujian CPA lagi, belajar bahasa Jerman atau Jepang — dan mungkin suatu hari pindah ke Jerman.

"Gua udah tentuin arah gua!"


Kesimpulan Besar

Blog ini adalah 12 tahun perjalanan jiwa seorang perempuan — dari anak SMA yang ceria di Kupang, lalu berjuang mandiri, menghadapi luka keluarga, terseok-seok di dunia kerja, tapi terus bangkit. Tema besarnya bukan soal kesuksesan, tapi soal bertahan, tumbuh, dan belajar mencintai diri sendiri — satu tulisan demi satu tulisan.

Minggu, 17 Mei 2026

Dating App (?)

 You never really know, what's ahead of you.

Seperti gua ga pernah menyangka gua bakal pakai bumble... buat nyari jodoh (?)

My old self gonna laugh at myself right now. se-desperate itu kah nyari jodoh? wkwk

But, ternyata ga semua orang aneh di bumble. gua bisa pilih setting dan filter kriteria apa yang gua mau.

Dan begitu pakai chat template untuk ketemuan langsung sama cowok-cowok, banyak cowok yang tiba-tiba end chat, dan ga balas, sehingga otomatis jadi ke-filter juga cowok yang niat mau ketemu gua.

This is weird, why I told about this in internet.

But, let me tell you the fun story about this app and dating.

Hasil dari chat template kalau gua prefer ketemu langsung: ada 3 cowok yang mau diajak ketemu. udah janjian waktu dan tempatnya. Pas hari H, cowok pertama tiba-tiba ghosting, dan cowok kedua end chat pas 1 jam sebelum ketemu.

Gua udah menyerah kayak, yaudahlah, kalau emang cowok ketiga ngilang juga ngga apa-apa. Eh, cowok ketiga muncul. inisial A. gua swipe nih cowo sebelum gua filter jaraknya, jadi dia di jakpus, dan mayan ya ketemuannya. ternyata pas ketemu di mall, posturnya tinggi, dan wajahnya pretty (?). gua sebagai cewek jadi insecure, karena cowok ini pretty face banget. he has a fair skin. minusnya agak gemukan dikit sih. but it's okay. kita makan, nonton, dan ngobrol banyak. gua ngerasa udah cocok, dan mau lanjut ketemu next-nya.

Meanwhile, banyak juga orang-orang yang swipe gua di bumble. gua juga ga ngerti kenapa.

Gua mulai sibuk lagi ngerjain kerjaan gua di kantor, sebagai konsultan pajak, yang hampir tiap hari lembur. mau usaha tenggo segimanapun, lembur terus ngadepin dan nyelesein 8 klien ini.

so, si A juga masih reach out gua chat by whatsapp, cuma karena gua yang ngurus kerjaan, lembur terus, dan lebih buka whatsapp business buat kerjaan dan reply klien, jadi whatsapp pribadi gua jarang gua cek. nge-reply dia juga jarang, sampai dia nanya kerja apa sih lembur terus. gua sampai kirim video jam 9 malem gua masih di kantor ngurus kerjaan, dan orang2 kantor yang pada sibuk kerja juga, main tiktok, dll. pas gua send videonya, wa centang 1. anjirlah di blok karna gua dikira pura-pura sibuk. gua reach out di bumble, akhirnya dia percaya dan buka blokirannya. anjir drama banget ya baru awal ketemu. karena di awal-awal juga kita sama-sama ragu, nih orang beneran serius ga sih. but clear.

saking gua juga pusing kirim-kirim template chat di bumble, prefer ketemu langsung, dan ada 2 orang yang mau gua ketemu di weekend itu, ditambah si A yang mau gua ajak pottery class di TIM.

Ya namanya juga nyari jodoh ya, gapapa dong membuka banyak kesempatan. ditambah si A kelakuan main blokir gitu kan gua jadi ragu juga ya.

then, I think our date in TIM was perfect. bukan karena pottery class yang kita salah nge-cat pakai cat acrilyc karena petugas disitu ga jelasin, berujung dongkol. but, setelah itu kita makan, pergi sholat, dan cerita banyak setelah muter-muter TIM. ngobrol banyak. gua jadi makin kenal soal diri si A. dia awalnya cerita background bokap dia, kakek dia, sampai gua menyela, lu ngapain ceritain mereka ngaab. kan gua mau tau soal diri lo seutuhnya, bukan mereka. dia ngerasa dirinya, ceritanya ga begitu spesial, but i think he is. manusia mana sih yang ceritanya ga spesial? you are the one who write your own story. then, gua cerita soal diri gua, udah kemana aja, dll. seru banget date kedua itu. gua ingat itu long weekend, hari jumat. manager gua wa malem-malem mau minta gua revisi kerjaan, dan gua reply email aja, bakal gua revisi besok sabtu pagi di kantor. padahal itu lagi long weekend.

so begitu gua di jalan pulang, gua masih nge-chat wa sama si A, kita pulang jam 10 kalau ga salah, karena gua bilang mrt terakhir jam 11-an, takut ga kekejar. masih seru-serunya nge-chat, gua nanya ke dia, rate date ini berapa /10, dia jawab 6/10 karena soal pottery class yang zonk itu. gua jawab rate gua 9/10, karena seru udah denger dia ceritain banyak soal dirinya. gua juga ceritain diri gua. gua ingat banget itu udah mau petir, hujan, gua jalan kaki dari stasiun mrt ke kosan, gua masih kirim voice note ke dia. gua bahkan mikir dan bilang ke dia gua mau uninstall bumble dan hapus akun. walaupun dia bilang jangan, tapi menurut gua, gua udah nemu satu orang fix buat gua.

that was the perfect date in the day.

but, something happened that night. pas gua udah pulang kosan, udah mandi dan mau tidur, masih dengan perasaan berbunga-bunga gua, gua masih ngechat dia, dan mengarah ke arah pembahasan yang lumayan jorok, the dirty jokes really wild that night.

suddenly dia kirim... hahahah foto p*nisnya. njirlah. why you ruin the perfect date the whole day, dengan 1 foto itu. 2 deng. 2 foto dan 1 video... bngst lah...

gua yang awalnya nafsuan... tiba-tiba tubuh gua langsung shut down saat itu juga. the fuck.

walaupun pikiran gua ke arah sana... walaupun gua juga mau... tapi tubuh gua tiba-tiba shut down. Padahal yang dia kirim itu warnanya bagus, perfect size, tapi tubuh gua malah gitu. di luar hujan deras, tubuh gua merinding, gua bangun duduk dan nangis-nangis. I don't know why the fuck my body reacts like this. gua benar-benar benci banget sama si A. he ruined my whole fantasy.

Gua ga bisa tidur sampai pagi. paginya matahari udah terang diluar, gua paksa diri gua tidur bentar sejam. jam 9 pagi, gua siap-siap mau ke kantor lembur bentar ngurus revisian. di depan lemari pakaian, gua jatuh terduduk. badan gua gamau gerak, gua ga nangis pagi itu. padahal gua harus ngurus revisian pagi itu dan kirim email ke klien, plus gua ada 2 date siang dan sore itu sama 2 orang baru dari bumble, inisial G dan R... gua bahkan berniat mau ngebatalin date-nya...

tapi, gua tinju paha gua, kaki gua, buat bergerak. gua ga boleh ngebatalin janji dari jauh hari seenaknya pas hari H, hanya karena perasaan gua. Karena gua tau rasanya di batalin pas hari H.

Gua kuatin diri gua pergi ke kantor, jam 10 pagi ngerjain revisian, wa si G, kalau bakal telat datang karena ngurus revisian, dan otw ke pasar santa jam 2 siang.

jam 3 sore gua singgah masjid bentar, sholat, ternyata ketemu si G disitu, cuma gua ngga ngeh itu si G karena tinggi juga orangnya.

Begitu gua ke cat cafe sesuai janji sama si G, somehow... it turns quite good... what a good date...

Gua kayak, wow... this is unexpected. si cowo G dengan postur tinggi ini, kok cute sekali, dari cafe date-nya, dia mikir dulu sebelum ngobrol, dia merhatiin detail.

Somehow gua merasa diterima lagi.

Gua nanya ke dia, kenapa banyak cowok yang swipe right di bumble, dia cerita dia pernah jadi researcher pake bumble gitu, dan memang cowok lebih cepat swipe bumble semua cewek. semua! ga kayak cewek yang lebih banyak pilih-pilih. pantesan ya.

then, gua cerita soal date gua sama si A, soal he 'ruined' the perfect date karena ngirim gituan. dan gua juga bilang, salah di gua karena ngumpan-ngumpan si A. si G bilang, salah si A. mau si cewek ngumpan bagaimanapun, dia harusnya ga ngirim itu. dan setelah dengan kepala jernih, beberapa hari kemudian, gua cek lagi isi chat gua sama si A, emang bener si A yang justru awalnya nge chat mengarah kesana, tapi malah 'playing victim' dengan bilang gua yang umpan dan udah ngasih lampu hijau buat dia. but, tetap gua juga ambil bagian salah sih, dan gua ga sepenuhnya agree sama G.

then, setelah cerita sana sini, dan ngelus kucing-kucing di cat cafe, kita main game juga, terus makan-makan juga. Seru banget. Yang awalnya pengen gua hindari nge-date sama siapa pun gara-gara si A, akhirnya bisa terbuka lagi. G bikin gua jadi membuka diri lagi. Sesingkat itu waktu dan banyak banget yang terjadi. Tau-tau udah malem udah jam 8 malem. Cepet banget waktunya. Akhirnya kita pisah. Dari jalan kaki ke halte busway dan nunggu busway. What a not so bad day and cute date.

Lanjut gua harus balik karena mau nge-date ketiga, sama inisial R. Beberapa hari sebelumnya, sebelum kejadian sama A, si R minta IG, kita tukeran lalu saling DM. Dia bilang dia ga nyari serius, dan prefer s*x. Gua bilang gua ga begitu di pertemuan pertama. Gua kasih dia pilihan, mau ketemu tanpa ngelakuin, atau ga ketemu sama sekali. Akhirnya dia bilang ketemu tanpa ke arah sana. Dia jemput tuh gua di FM depan kompleks, trus diajak ke kosan dia. Gua juga biasa aja, ga ngerasa ancaman dari dia. Emang dasarnya gua pen ditemani ya, tapi ga sampai ke arah sana. Cuma mau ngobrol. Emang ni cowo ngomongnya ngalur ngidul. Dia bilang ga mau ke arah serius, tapi dia masih ga bisa move on dari mantannya yang sama-sama orang makassar kayak dia. Jadi gua bilang ke dia "lo dasarnya bukan ga mau serius, cuma lu belum nemu aja yang kayak mantan lu, belum move on. Karena sebenarnya lu tuh bener-bener mau serius, cuma belum ketemu aja"

Dan memang gua udah ngebaca gua dan dia ga cocok. Udah gitu ngobrol sampe pagi, gua tidur tuh di sofa dia, jaga jarak, trus minta dianterin ke kantor besok paginya karna ada revisi dari klien. Sialan tuh kantor, giliran ke kantor ngerjain revisi salah, ga ngerjain malah ditanya. Ga jelas. Mau kerjaan diberesin, tapi malah nanya-nanya kenapa lembur. Hadeh...

Then, gua ga ketemu si R lagi, cuma saling mantau di IG aja. Btw, update 12 mei kemarin, dia unfoll gua, gua dm lah ngapain di unfoll, dan dia block gua. Ga jelas. Hope this kind of boy never find me again.

Mungkin karena saat itu yang available hanya Grad, dan gua merasa ada peluang buat serius... Gua ketemu beberapa kali sama Grad. Setelah ke pasar santa, trus ke blok m, trus makan di gondangdia, lalu kota tua, trus blok m lagi, dan ngobrol lumayan panjang di setiap pertemuan itu. Gua korek-korek soal diri dia lumayan detail. Temen- temen gua bilang cari tau dulu orangnya seperti apa. Then, gua mulai nyari di di getcontact, di pddikti nama dia, gua nemu status dia putus studi S1. Gua berusaha nanya ke dia, lulusan apa. Dia jawab lulus S1 teknik. Padahal gua udah cari tahu sebelumnya dia ga lulus. Gua nanya ada 2x di 2 pertemuan, dan dia jawab yang sama. Gua ga suka orang yang bohong. Baik sih baik, bikin gua ngerasa tenang, dll. Tapi dengan dia bohong, respect gua ke dia jadi turun.

Lalu, ada saat gua ngobrol sama dia, gua nanya dengan kondisi finansial dia yang udah stabil, ada ngga kepikiran untuk nyelesein lagi lanjut S1 lagi. dia jawabnya katanya udah ga bisa mikir diatas jam 9 malam. dalam hati gua cuman 'hah?' lo kan nge chat gua pernah jam 10 malem keatas, emang ga pake mikir? aneh banget. dengan punya partner yang ngga bisa diajak growing seperti ini, respect gua turun lagi. bahkan ada respect yang bikin gua tambah turun, hal kecil tapi berdampak banget. kek jam 10 pagi, gua sedang hectic-hecticnya ngurus kerjaan, dia malah nge chat wa gua dengan bilang "lia banguuunn". dan itu udah beberapa kali. gua cuman 'hah? ini kan jam 10 pagi. orang2 udah pada kerja, kok lo malah wa gituan. yakali gua jadi ragu lo jujur apa ngga soal kerjaan lo. S1 aja lo bohong."
dengan segudang kebohongan itu, akhirnya yaudah gua akhiri pas awal mei kemarin.

I mean, lo wajahnya ga ganteng, badan ga fit, terus masa bohong juga. hadeh. memang ga semua orang dengan perawakan itu buruk. tapi, dengan tampilan lo begitu, menunjukkan gimana lo memperlakukan diri lo sendiri.

Gua ga mau melanjutkan hubungan seperti itu. Btw, karena gua jalan sama si G ini, diri gua jadi tersentil untuk nge-gym biar ga kayak si G ini. Begitu lepas dari dia, gua ngerasa perlu grounding lebih soal diri gua yang kesana kemari ga jelas. Gua jadi ikut nge-gym, dan terpikir buat ngambil CPA lagi karena ujian kemarin sempat gagal.

Kepala gua sakit tiap malam ovt soal semua cowok-cowok yang gua temuin di bumble. dan gua butuh napas dan jeda karena menyerap terlalu banyak informasi dari cowo-cowo ini.

Baru-baru ini gua ketemu teman lama gua Dina, dan gua cerita semua ke dia. she's one of the closest friends i have. dia minta diliatin foto cowok-cowok itu. gua tunjukin. dan dina bilang si G mukanya kayak om-om. gua ngakak sejadi-jadinya. makin bikin gua lega karena udah ngelepas si om-om ini wkwkk.

you know what, dulu gua begitu sure dan pasti sama pilihan gua. tapi seiring bertambah umur, banyak pilihan yang terbuka, dan life happened to me, gua jadi terombang ambing dan merasa ga ada jawaban yang pasti buat gua. makanya, gua jadi ga fokus lagi. tapi, karena sekarang gua udah mulai mantepin diri gua, hati gua buat fokus kembali ke diri gua, grounding dengan nge-gym dan belajar lagi, gua mulai lagi di garis start yang berbeda.

Umur benar adanya dengan angka, kadang bikin kita ngerasa terlambat melalui itu semua atau merasa terlalu tua karena kemampuan udah terbatas ga kayak dulu. tapi karena Kemauan lebih kuat, keinginan untuk terus maju lebih kuat, itu yang menjadikan umur hanyalah angka.

dan gua bangga dengan diri gua yang udah 29 otw 30 tahun ini lalui.

gua ga tau hidup gua bakal dibawa kemana. rasanya mau pergi aja dari indonesia dan tinggal di jerman atau dimana. gua mulai lagi belajar bahasa jerman atau jepang. Jepang is heaven right? cuma mata uangnya yang lemah dan ga semua bisa hidup dan makan enak. dimana pun ada kesulitan sih. tapi Jerman ngasih pilihan yang baik, bahkan ngasih biaya hidup walaupun ga kerja. gua bakal fokus otw ke jerman dan gua bakal berusaha yang terbaik buat diri gua.

Hadeh nih curhat apaan dari dating app malah ke jerman ahah. but, that's it! gua udah tentuin arah gua!

Rabu, 22 April 2026

Layoff

How funny life is.
Gue udah setahun di Jakarta. 4x ganti kosan, 3x kena layoff. Kantor udah cobain di Jakut, Jakbar, Jaksel. Ahahahah.
Your IPK didn't determine your carreer. But your will to keep going are surely make you keep going and get what you want.
Gue udah coba² apply di glints. Mengingat umur otw 30 tahun dan sebagai perempuan di Indonesia, which is sulit banget dapat kerjaan dengan melihat umur. Lalu harus keliatan ceria, baik dihadapan semuanya.
I'm surely have the power to look okay and pretending everything's fine. Orang-orang, temen-temen sekitar gua ngeliatnya hidup gw baik-baik aja, sedangkan gw terseok-seok dengan karir gua. Gua harus survive di Jakarta. But somehow I'm crying don't know what should I do with all of this.
Gua udah kerja di kantor konsultan dengan pace cepat, beda dengan kantor konsultan sebelumnya yang agak santai. Gua udah berusaha melakukan sebaik mungkin, ternyata masih dianggap kurang. Ditambah kurangnya apresiasi dari manajer dan manajemen ke semua karyawan disaat kita lagi capek-capeknya.
Capek banget... Gua harap bisa jadi rekan kerja yang saling mendukung rekan kerja lain biar ga ngerasa capek sendiri.
Sekarang gua apply-apply lagi sebelum hari terakhir gua kerja tanggal 30 april nanti.
Gua gatau, gua udah pewe di kosan yang sekarang, dan gamau pindah lagi. Gua cuma berharap bisa dapat kerja deket kosan gua dengan kerjaan lebih santai.
Hari senin kemarin gua dipanggil HRD dan manager. Sebenarnya harusnya dari minggu lalu. Tapi karena minggu lalu ortunya HR meninggal, jadi ditunda ke minggu ini. Katanya keputusan manajemen. Tapi gw rasa puncaknya mereka ga suka gw kerja ga efisien karena ke kantor pas weekend dan borosin listrik, ac, dll. Gajelas sih, tapi gw mau beresin kerjaan dan laptop gw masih diservis. Ditambah gw lembur paling banyak dari yang lain, kinerja gw masih dianggap kurang, terus masih banyak alasan lainnya. Gua cuma menerima aja. Masih senyum dan berusaha lapang dada.
Senin malamnya semua lagi rame lembur, jam 8 malam gua pulang. Paling cepet dibanding yang lain. Gua jalan dari kantor ke MRT Cipete, yang jaraknya sekitar 11-12 menitan jalan kaki. Muka gua udah cemberut pas jalan, jadi gw pake masker nutup raut wajah gua. Setengah perjalanan jalan kaki menuju stasiun MRT, air mata gw mulai keluar. Gua masih jalan terus tapi sambil tersedu-sedu. Orang yang juga lewat jalan kaki lawan arah dari gua kagok kok ada suara nangis gitu, mungkin aneh karna ngeliatnya gw sambil jalan. Gw sempat berhenti pas mau dekat stasiun MRT. Pas gua udah naik nunggu MRT, gua udah tarik napas, liat muka tanpa masker di kaca lift masih keliatan normal. Pas duduk nih di bangku nunggu MRT, tangis gua pecah lagi. Gua cuma nutup muka gua, sediiihhhh banget rasanya. Mana ingus gua keluar juga kan, jadi gua sambil lap-lap di ujung lengan baju gua. Sampai security MRT yang ada dekat situ samperin gua karna liat gua nunduk dengan nutup muka, lagi nangis-nangis. Petugasnya nanya, "mba kenapa? Sakit? Ada kotak p3k dibawah, mau saya anter?" Gw cuma bilang ngga ngga. Makasih. Gitu aja. Gw bilang gapapa pak, lanjut aja, saya cuma sedih. Trus petugasnya bilang, gapapa saya disini temani kalau butuh. Gua udah agak lega nangis trus narik napas, hembusin napas, kek atur napas baik2 trus blg ke petugasnya, "makasih ya pak. Maaf merepotkan. saya gapapa." Trus akhirnya pak nya juga iya iya, terus udah MRT kedua datang dan gua masuk naik. Gua berterima kasih banget ada orang asing yang peduli saat gua benar-benar terpuruk dan sendiri...
Terus gua ke GBK dan duduk bengong nyari angin di GBK, ketemu kucing yang samperin gua, mungkin tau gua lagi sedih. Lalu jam 10 gua naik mrt lagi pulang ke kosan...
Gua gatau kedepannya bakal gimana, tapi gua masih mau jadi pekerja kantoran. Karena gaada yang gua bisa, selain jadi budak korporat. Gua butuh duit buat bayar biaya hidup... Cape juga...



Update on 9 may 2026:
So I got offering from another company. yass! Alhamdulillah.
Gua interview online tanggal 29, then malamnya gua follow up semua lamaran, di wa dan email. then tanggal 30 april, hari terakhir gua kerja, pagi hari dengan tenaga yang udah down karena belum dapet offering satupun padahal itu udah hari terakhir gua kerja, gua cek email. Alhamdulillah dapet tawaran kontrak 1 tahun. Perusahaan import based in Singapore.
Masya Allah, gua sampai nangis dan nelpon ibu gua. Alhamdulillah karena doa ibu gua ya, makanya jalan gua selalu dimudahkan dan ga pernah disusahkan sama Allah. dipertemukan dengan orang-orang baik, dan dijauhkan dengan orang-orang yang berniat sebaliknya.
So yeah. my new chapter in life start again. I hope this in the long term too.
But always remember, your job doesn't define you and your life. How you adapt, how you face and treats other people and the decision you make-that is who you truly are. 
Wish me luck, wish us luck, wish all of us have the best and beautiful and meaningful life. Bismillah.

Minggu, 18 Januari 2026

worse

Hanya karena lu tau dia baik, dan dia tetap di tempat yang sama, bukan berarti dia sonde berubah dan perasaannya tetap sama.

B kira dia bakal tetap disana dengan perasaan dan pemikiran yang baik tentang b. Tapi mungkin karena waktu dan jarak, ktng jadi asing.
B benci perasaan ini. Orang yang sama, perasaan yang su berubah. B sonde bisa menemukan orang yang sama dalam diri dia.
We are growing, evolving, become different side we want.
Dan dia su berubah, begitu juga b.
Life happens.
People change.
B benci orang yang harusnya liat b tapi su liat orang lain, dan sonde memandang b dengan cara yang sama lagi.
This is the worst feeling ever.

Sabtu, 17 Januari 2026

What were you in 2016?

Today is 2026.
2016 was 10 years ago from today.
What am I in 2016?
What are we in 2016?
I was still in college when I was in 2016.
We were so pure.
We were so naive.
We were so beautiful.
And it hurts so much to remember that year.
I remember I live life to the fullest that year.
Because I remember someone older than me told me that my college year will never be back again. And will never be the same again.
That age will never come back again, so make it to the fullest. Love all your friends and never regrets it.
Or at least you'll regret what you did than regret you'll never did it.
I remember I'm afraid I'll regret I'll never make it, so I live like I'll die tomorrow.
But in that year I was hurt, and I hurt some friends too.
I didn't know what is financial stability or financial responsibility back then. All I did was studied, play and love hard.
I should learn to take care of my heart and it's okay not to have more than 1 relationships in college just because I thought it define myself's worth. It's not. I just hurt more people.
That's fine to learn a little, that it's okay to not be okay.
You're afraid you'll become like that monster like your dad, and it end up eat yourself up.
Years later you'll find peace and live alone with two cats are much more better than live with your parents.
And you'll figure out about your financial stability. You learned it in the hard way. But you didn't give up on yourself.
You realize in 2026... That person in 2016... Actually... You can be with him... But at that time you deny it.
You thought you can get more of good looking guy than him...
But guess what? No one was good enough than him.
And your friends were right. You should be with him. But your thoughts only focus about appearance and physical.
And you still think that way until years later.
Then in 2026 you end up alone, crying in your small rent room and thinking you can be with him actually.
But it's late because he already get beautiful women beside him, and love him much more than what you did. You did dirty to him.
And you were a mess back then. And you thought you actually afraid someone close to you, care about you, like yourself, and you're afraid you'll mess it up, and you don't want to be the problem or make people to believe you're the problem in your relationship, that you end up deny his flirt.
He never confess. But somehow your friends told you he did like you.
Then you thought it's just a joke. Because he flirt at you like other guys always flirt at you.
And you thought all the boys are the same and you can't identified whose the right man between them.
Because there is no right man.
Only the man whose willing to love you like you do. Whose willing to spent the rest of his life with you, because you are you. Like you want to spent the rest of your life with him, because he is himself.
No other reason. No other option.
You don't like being an option, so you never make a man as an option.
I think I just lose that man...