Rabu, 24 Desember 2014

One Ok Rock - Kimishidai Ressha (Lyrics + Indonesian translation)

Let’s go !!
Can’t take a time What are you waiting for?
大事なコト忘れてないかい?
何かのせいにして逃げてはいないかい?
僕らがそう感じれる
喜びや悲しみは日々生きるためのスパイス
Can’t take a time what are you waiting for ?
Daijina koto wasure tenai kai ?
Nani ka no sei ni shite nigete wa inai kai ?
Bokura ga sou kanji reru
Yorokobi ya kanashimi wa hibi ikiru tame no
Spice
― Tak bisakah kau meluangkan waktu untuk apa
yang kau tunggu?
― Jangan melupakan hal-hal penting?
― Jangan melarikan diri dan menyalahkan apapun?
― Aku rasa begitu
― Kesedihan dan kegembiraan adalah bumbu
kehidupan sehari-hari
Yes, try to try, keep moving on
そうでもしなきゃ can’t see the light
元も子もなくなって本当にただ痛い目見るだけ
Yes, try to try, keep moving on
Sou demo shinakya Can’t see the light
Moto mo ko mo nakunatte hontouni tada itai me
miru dake (Itai me miru dake)
― Ya, coba dan cobalah, terus maju
― Tampak seperti aku tak bisa melihat cahaya
― Terlahir, hidup lalu mati sebenarnya terlihat
menyakitkan (terlihat menyakitkan)
Just hold on tight, It can be all right
We take it back 取り戻すのさ
過去の自分が今僕の土台となる wow
So 現実逃避を繰り返す
It‘s a wasting time for your blaming yourself
Are you ready now? We are ready now for
tonight
Just hold on tight, It can be all right
We take it back torimodosu no sa
Kako no jibun ga ima boku no dodai to naru
Woowoowoo
So genjitsu touhi wo kurikaesu
It’s a wasting time for you blaming yourself
Are you ready now ? We are ready now for
tonight
― Peganglah erat-erat, ini akan baik-baik saja
― Kita dapatkan kembali, dapatkan kembali!
― Masa laluku adalah awal masaku kini
― Aku berulang kali melarikan diri dari kenyataan
― Ini buang-buang waktu untuk kau menyalahkan
diri sendiri
― Apakah kau siap sekarang? Kami siap untuk
malam ini
Aoow
Can’t give it up
You’re the only one
君が唯一信じれる事!!
何かの犠牲をも惜しまずにできること!!
Can’t give it up
You’re the only one
Kimi ga yuiitsu shinji reru koto !!
Nani ka no gisei wo mo oshimazu ni dekiru
koto !!
― Tak bisa menyerah
― Kaulah satu-satunya
― Hanya kaulah yang aku percaya!
― Apa yang bisa kau lakukan tanpa batas pun itu
pengorbanan!
Yes, try to try, keep moving on
そうでもしなきゃ can’t see the light
元も子もなくなって本当にただ痛い目見るだけ
Yes, try to try, keep moving on
Sou demo shinakya Can’t see the light
Moto mo ko mo nakunatte hontouni tada itai me
miru dake (Itai me miru dake)
― Ya, coba dan cobalah, terus maju
― Tampak seperti aku tak bisa melihat cahaya
― Terlahir, hidup lalu mati sebenarnya terlihat
menyakitkan (terlihat menyakitkan)
Just hold on tight, It can be all right
We take it back 取り戻すのさ
過去の自分が今僕の土台となる wow
So 現実逃避を繰り返す
It’s a wasting time for your blaming yourself
Are you ready now? We are ready now for
tonight
Just hold on tight, It can be all right
We take it back torimodosu no sa
Kako no jibun ga ima boku no dodai to naru
Woowoowoo
So genjitsu touhi wo kurikaesu
It’s a wasting time for you blaming yourself
Are you ready now ? We are ready now for
tonight
― Peganglah erat-erat, ini akan baik-baik saja
― Kita dapatkan kembali, dapatkan kembali!
― Masa laluku adalah awal masaku kini
― Aku berulang kali melarikan diri dari kenyataan
― Ini buang-buang waktu untuk kau menyalahkan
diri sendiri
― Apakah kau siap sekarang? Kami siap untuk
malam ini
Don’t you take your time to blame yourself ?
Times you’re taking back are times I’m taking
back
I can do anything 24 hours a day
Are you ready now ?
We’ve got nothing to be taken !
― Jangan habiskan waktumu untuk menyalahkan
diri sendiri?
― Waktu yang kau luangkan adalah waktu yang
aku luangkan
― Aku bisa melakukan apapun 24 jam sehari
― Apakah kau siap sekarang?
― Kita tak dapatkan apapun untuk diraih!
こんりんざい僕は言わせぬから
「過去がこうだ!だから未来もこうさ!!」
もうくだらん これだから嫌になる
「もういいや このまま死んだって」…って思うほど
バカに生きてるから
ホラ気付けば また今日も歌ってる!!
Konrinzai boku wa iwa senukara
(Kako gakouda ! Dakara mirai mokousa !!)
Moukudaran koredakara iyani naru
(Mouiiya konomama shin datte) … Tte omou
hodo
Baka ni iki terukara
Hora kiduke ba mata kyou mo utatte ru !!
― Aku tak akan pernah bisa mengatakannya
sampai akhir
― “Inilah masa laluku! Jadi ini juga masa
depanku!”
― Jadi inilah sebabnya jadi memuakan
― Cukup berpikir “Sudahlah, aku akan tetap mati”…
― Karena hidup itu bodoh
― Hey, lihatlah kita bernyanyi lagi hari ini!
Just hold on tight, It can be all right
We take it back 取り戻すのさ
過去の自分が今僕の土台となる wow
So 現実逃避を繰り返す
It’s a wasting time for your blaming yourself
Are you ready now? We are ready now for
tonight
Just hold on tight, It can be all right
We take it back torimodosu no sa
Kako no jibun ga ima boku no dodai to naru
Woowoowoo
So genjitsu touhi wo kurikaesu
It’s a wasting time for you blaming yourself
Are you ready now ? We are ready now for
tonight
― Peganglah erat-erat, ini akan baik-baik saja
― Kita dapatkan kembali, dapatkan kembali!
― Masa laluku adalah awal masaku kini
― Aku berulang kali melarikan diri dari kenyataan
― Ini buang-buang waktu untuk kau menyalahkan
diri sendiri
― Apakah kau siap sekarang? Kami siap untuk
malam ini
Are you ready now ? We are ready now for
tonight
Are you ready now ? We are ready now for
tonight !
― Apakah kau siap sekarang? Kami siap untuk
malam ini
― Apakah kau siap sekarang? Kami siap untuk
malam ini


Jumat, 19 Desember 2014

Perpustakaan Negara!

Tebak, dimana aku sekarang?
Well, perpustakaan negara. Belajar untuk persiapan UAS. Yep, perpustakaan yang sudah ada sejak aku duduk di bangku sekolah dasar. Pertama kalinya aku datang kesini saat kelas 4 SD. Hmm.. Sudah 8 tahun ya.
Saat masih SMP, aku dan kakakku sering menghabiskan waktu di perpustakaan ini sehabis pulang sekolah. Lebih sering hari jumat karena hari pendek. Well, now I'm here without my old sister :-(
Perpustakaan negara yang letaknya disamping Patung Sonbai yang amat terkenal ini mempunyai 3 lantai dan saat ini aku berada di lantai 2. Aroma yang aku hirup pertama kali saat masuk keruangan ini benar-benar aneh. Biasanya aku akan mencium bau buku-buku yang sudah tua dan lapuk. Tapi ini seperti... Bau busuk. Dan ternyata baru aku sadari pegawai-pegawainya makan di dalam ruangan ini! I mean, harusnya ada ruangan khusus staff perpustakaan agar mereka bisa makan siang disana tanpa mengganggu pengunjung. Ugh, yang ada aku jadi kelaparan.
Semua AC disini benar-benar sudah tua dan jadul (jaman dulu). Pegawainya pun juga begitu. Eh?
Tapi tetap aroma buku-bukunya benar-benar aku sukai.
Memang aku sangat suka aroma kertas dari buku yang usianya sudah sangat lama. Benar-benar hening dan tenang disini.
Btw, sedikit informasi, tadi pagi aku membaca koran tentang kedatangan Pak Presiden Joko Widodo yang akan datang malam ini untuk memeriahkan Ulang Tahun Kota Kupang. Pantas saja jalan sedikit macet dan rumah jabatan gubernur terlihat ramai sedari pagi. Mungkin acaranya akan benar-benar meriah. Semoga Pak Presiden suka! :)
Kembali ke topik, kekurangan diperpustakaan negara ini mungkin memang harus ada tempat untuk para staff istirahat dan makan siang saat berganti shift. Bukannya makan didalam ruangan. Karena bisa mengganggu pengunjung lainnya. Kekurangan lainnya, BUKU EKONOMINYA SEDIIIKIIIT SEKAALLLIIII!!!! :-(
Untung saja aku membawa beberapa buku untuk dipelajari disini.
Lalu tiba-tiba saja aku mendengar kedua pegawai perpus berkata satu sama lain dengan suara pelan, "mayatnya sudah dipindahkan dari tempatnya. Sudah dikeluarin."
"yang bener?"
"iya, tadi barusan dipindahkan dari sini."
What The Hell?!
Apa maksudnya? Mereka tidak menaruh mayat didalam perpus kan?! Apa jangan-jangan aroma yang aku cium saat pertama masuk kesini itu aroma mayat? Ugh! Semoga saja tidak.

Sabtu, 06 Desember 2014

Rainy Day on December

Beberapa orang mengira hujan itu pembawa sial. Mebuat jalanan becek dan tergenang air, sehingga mereka tidak bisa melakukan aktivitas seperti hari-hari sebelumnya. Beberapa orang mengira hujan itu berkah. Dimana ketika musim kemarau yang terasa panjang diganti dengan dingin dan sejuknya air hujan. Beberapa orang mengeluh saat musim panas datang, karena menurut mereka udaranya terlalu panas dan bisa merusak kulit. Tapi mereka juga mengeluh ketika hujan datang dengan alasan bisa terkena penyakit kulit karena genangan air dijalanan.
Sebenarnya tidak penting apa itu musim panas maupun musim hujan. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersyukur melewati hari-hari yang dijalani. Bukan bermaksud naif, tapi bukankah memulai pikiran positif dapat berdampak baik pada aktivitas yang akan kita lakukan? Bukankah semua orang tahu mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah? Seperti itulah hal yang harus dipikirkan. Menikmati setiap detik hal yang kita lewati, tidak perlu menyesal dengan apa yang telah dilakukan, memperbaiki diri lebih baik keesokan harinya. Sesederhana itu.
Terkadang pikiran kita sendiri yang mengalami konflik dan memikirkan hal-hal rumit yang sebenarnya tidak akan terjadi.
Bicara tentang pikiran, kadang aku memikirkan teman-temanku terlalu egois. Mau didengarkan tapi tidak mau mendengarkan. I know, ini masalah yang sudah umum. Seperti ketika kau bertanya pada mereka, mereka tidak akan menjawab kecuali kau menyebut nama mereka. Padahal jika mereka tahu aku sendiri yang bertanya pada mereka, harusnya mereka tinggal menjawab. Contohnya:
"kawan, hari ini kenapa tidak jadi mata kuliah ****?" (tidak ada yang menjawab.
"L*****, hari ini kenapa tidak jadi mata kuliah?" (Ia akan menjawab)

I mean, mereka semua 'KAWAN'ku kan? Harusnya mereka berbalik. Bahkan ketika aku mengulang terus pertanyaan itu sampai tenggorokanku sakit, tidak ada yang menjawab. Aku rasa aku tidak akan melupakan perbuatan mereka terhadapku SEUMUR HIDUP. I swear, Bitches!

Btw, jika dipikir-pikir lagi, aku kembali mengingat hal ini pernah menimpa teman baikku di SMA, namanya D***. Waktu itu si D juga bertanya ke teman-teman sekelasnya, tapi tidak ada yang menggubrisnya. Mungkin hanya aku sendiri yang akan menjawab pertanyaannya dan mendengarkan dirinya (she said that to me: only me who notice her exist). Tapi perbedaan antara keadaan si D waktu SMA dengan keadaanku yang sekarang adalah masih ada orang yang berada dipihak si D meski hanya aku dan beberapa teman lainnya. Sedangkan aku, kurasa tidak ada teman kuliah satupun yang berpihak padaku. Bahkan menggubris padaku saja tidak ada. Ini di kampus ya. Bukan di luar kampus, karena aku punya beberapa teman baik diluar kampus (yang dulunya teman SMA).

Satu hal yang aku pelajari, dan aku pernah beritahu hal ini pada si D bahwa, "Tidak perlu mendapat perhatian dari teman-teman yang sama sekali tidak memperhatikanmu. Kau tidak bisa memaksa semua orang untuk selalu melihatmu. Fokus saja pada orang yang memperhatikanmu. Seperti aku dan beberapa teman lainnya. Kau lebih baik dari mereka! Stay ahead!"
Seperti yang aku katakan sebelumnya, bersyukurlah! Tetaplah bersyukur, tidak peduli kawan atau lawan. Karena kau tidak akan menjadi seperti sekarang tanpa mereka.
Masih ada orangtuamu yang selalu memperhatikanmu. Kakak yang mengasihimu. Adik-adik yang menunggu untuk diperhatikan. Teman-teman lainnya yang respect dan mau menggubrismu. Nyatanya, kau tidak sendiri. Kau hanya MERASA sendirian. Kau hanya MERASA ditinggalkan.

I remember all of that words. I remember what I kept chatting on her when she FELT lonely. Chatting. Laughing. Sad. Happy. Angry. Stupid. Cause' we could make our happiness in that class without any hesitation. That's what a best friend should be. Cause' we're knew, learn more and more to keep strong.

I'll keep it what I told to D.
I'll keep it when I felt so lonely.
I'll keep those Words Forever in My Mind. I Promise.

Thanks for this Rainy day on December.