The fact is... I don't know anything!
Katanya mau move on, malah ketemu terus.
Beberapa kali.
B rasa dia sedang, mungkin, atau pernah membandingkan(?) b dengan dia pung hubungan dgn dia pung nona.
It still blur tough.
Dan... B snd mau berharap.
Gila sa bisa-bisa b jadi orang ketiga iuuh.
Tadi ketemu cfd-an.
Boom! It blowns my mind!
So dari beberapa kali ketemu itu, b cuma mikir ketemu sonde e? Cerita sonde e?
Then... Yes. I said it...
About myself.
Yep. Perasaan tetap perasaan. Tapi diri sendiri yg paling utama.
B cerita pernah depresi, sampai 2018 pernah ada pikiran mau bunuh diri. Suicidal.
Tekanan yang bertahap dari masa sekolah, sampai 2018 itu titik terendah.
Dan prosesnya sonde singkat. Dari 2018, masih tahap denial blablabla soal b pung kondisi, 2020 berjuang buat b pung diri dan berusaha menerima, b ke bandung itu turning point b pung hidup. 2021-hari ini akhirnya bisa menerima semuanya dan belajar step by step.
Ternyata orang bilang soal makanan bisa mempengaruhi mood tuh betul sekali.
B snd bisa minum kopi siang menjelang sore atau malam, karena pasti sonde bisa tidur dan mood down, nangis-nangis sampai rasanya mau mati. Pikiran soal suicide terus datang kalau b sonde memperbaiki pola makan yang mempengaruhi b pung mood. Turns out food really affect my mood and mental health. It sucks.
Then... He didn't judge me. He listened. And i really appreciated that. I was thankful for him to listening to all of this mess...
B sangat berterima kasih akan itu.
Terus, dia cerita soal dia pung diri.
Anjay. Mindblown parah.
B sonde tau sama sekali.
Bertahun-tahun berkutat dengan b pung diri, sonde sadar b pung kawan yg su bertahun-tahun struggle dengan dia pung diri ju.
He tells me... I don't know... Not everything i guess...
Tapi... B bersyukur dia cerita.
Biasanya kalau orang cerita... B ilfeel? Melihat orang pung kekurangan kayak... Sesuatu yg cacat(?)
But 2020 my turning point in life. Ke bandung, and people really embrace their scars and others.
Hubungan b selama disana dengan orang-orang baik yang b ketemu di bandung, buat b pung hati jadi lembut. Dan sonde ada yang salah dengan menjadi manusia seutuhnya dengan luka.
Ternyata, di bandung, orang lebih mengapresiasi diri dan orang lain. Sedangkan di kupang, orang-orang masih pada gengsi. Itu yang b tanyakan, gengsi buat apa? Takutnya menyesal di kemudian hari.
That's why, fast forward, 2022, b kembali kupang, b apresiasi full dan ekspresikan cinta(?) Lebih kayak kalau memang cantik/ganteng, b akan puji begitu. Karena, orang-orang butuh support dan kata-kata yang baik, dan itu yang bikin hari-hari jadi lebih baik. Dipenuhi manusia-manusia baik.
Hubungan b dengan mantan sebelumnya di bandung, membuat b jadi lebih banyak mengkomunikasikan dan mengekspresikan b pung perasaan. Dan sonde ada yang salah dengan itu. Yang salah, b menjadikan orang lain sebagai b pung terapis berjalan. Padahal, semua orang punya limit masing-masing, dan b tau ktng su berjuang sebaik mungkin, dan sepakat untuk sonde berada di jalan yang sama, karna visi di masa depan saling berbeda. Tapi yang akan selalu b ingat, kalau semua hal tuh sonde susah. Cukup duduk dan ngobrol. Pasti benang kusutnya jadi terulur teratur. Dampak dari ngobrol itu sa bikin b jadi tenang.
Fast forward balik kupang, dan b cerita semua b pung masalah ke dia dan turning point b pung hidup di bandung yang bikin b banyak belajar, and he was listening, and then tell his stories...
I was thrown away.
B pung kawan yang su belasan tahun, dan b sonde tau dia lagi alami hal apa. Padahal b sering ketemu, jadi malah kek orang asing karena sontau apa-apa.
Terus setelah dengar semuanya, anehnya...
B malah respek sama dia.
Awalnya ni cowok depan b ni anggap sebagai orang baik, sekarang lebih kayak orang yang harus di respek(?) saking su alami banyak hal.
This 16 year old nice boy, turns to be one of the respect man i've ever known.
Damn...
But it is what it is.
B bersyukur dan berterima kasih dia su mau dengar b pung cerita. Dan b respek dia su mau berbagi cerita dengan b.
B sonde akan rakus lai.
B hidup hari ini, besok dan seterusnya sa... B su bersyukur.
B sonde akan mencoba buat rakus lai.
B akan tetap berjuang buat b pung diri. Dan... Kalau memang takdir berkata b akan ketemu lai dalam kondisi yang lain... B akan terima.
Untuk sekarang... B hanya mau menikmati semuanya dan lebih banyak bersyukur...
Itu sa.
Terima kasih su mau baca ini.๐
B berharap lu punya teman untuk bisa ngobrol tentang hal yang lu alami hari ini. Atau sekedar bertanya kabar. Because... Mental health matter. And your feelings are valid๐