Sabtu, 15 Maret 2014

Banyak hal yang belum aku tahu

Hai!
well, this is Saturday.
aku sempat mikir, blog ini kebanyakan cuma untuk ucapan ultah saja. jadi, aku membatasi beberapa posting untuk ultah teman-temanku. maaf ya ^^
well, skrg sudah H-30 menuju UN. tapi entah kenapa, aku jadi Blank melihat teman-teman sekelasku. semakin aku mengenal mereka, semakin banyak yang aku tidak tahu tentang mereka. banyak rahasia masa lalu mereka yang tidak aku tahu. mungkin karena mereka tidak ingin ada yang mengetahui rahasia mereka. atau mungkin karena tidak ada yang bertanya kepada mereka, jadi mereka diam saja untuk tidak menceritakan masa lalunya.
contohnya saja Lea yang dulunya berasal dari smp pedalaman. dia tinggal dengan orangtua asuh yang tidak mengasuhnya dengan baik. ia bahkan disuruh membantu bekerja diladang sehabis pulang sekolah. ia juga mengatakan bahwa tubuhnya benar-benar kurus saat itu. aku benar-benar kaget mendengar ceritanya. seorang anak smp yang punya masa lalu seperti itu. tapi dilihat dari wajahnya saat ia bercerita, ia sama sekali tidak malu. yang ada justru kebanggaan yang terpancar diwajahnya. ya, aku kagum dia bisa melewati semua itu. pantas saja auranya sangat dewasa. aku iri, tidak mempunyai sifat dewasa seperti Lea. ada juga 4 orang temanku dikelas (yang tidak ingin kusebut namanya), sangat akrab. awalnya aku merasa mereka itu sangat berisik. tiap jam pelajaran maupun istirahat, mereka selalu cekikikan dan tertawa tidak jelas. itu sangat mengganggu yang lain. aku benar-benar berharap mereka pindah ke kelas lain, pikirku saat itu. tapi semakin aku perhatikan, mereka punya masalah sendiri yang tidak diketahui kami. mereka ber-4 bahkan menjaga rahasia mereka satu sama lain. mereka tidak menceritakan pada siapapun. seperti kata orang, "orang yang tertawa setiap harinya, belum tentu tidak memiliki masalah. justru merekalah yang memiliki masalah paling banyak dan rumit dari kebanyakan orang." Aku benar-benar iri dengan kekompakkan mereka. mereka punya cara sendiri untuk menyelesaikan masalah mereka bersama-sama. ada lagi geng didalam kelas (yang tidak ingin kusebut nama mereka juga), mereka menunjukkan keakraban mereka, kekompakkan mereka. aku sampai jijik. bukan karena mereka begitu kompak sampai membuatku iri, tapi karena mereka hanya mengatakan kompak disaat bersama, tetapi membuka aib masing-masing dibelakang anggota geng lainnya. kerja mereka tiap hari hanya bergossip hal yang tidak penting. dan mereka tidak sekompak dari yang kelihatan. waktu salah satu anggotanya mendapat masalah, tidak ada satupun teman anggota geng-nya datang menghiburnya atau meminta ia menceritakan masalahnya. semua terlihat masa bodoh dan cuek saat ia datang. ada lagi saat kami akan mengumpulkan tugas dirumah guru, ke-8 anggota geng itu pergi sendiri-sendiri. aku sampai heran melihatnya. pernah waktu aku berkelompok tari dengan salah satu anggota mereka, dan ia mengatakan hal jelek tentang anggotanya. tentang bagaimana mereka tidak ingin ia menjadi anggota kelompoknya, karena ia tidak mempunyai vocal sebagus mereka. aku kaget melihat mereka yang kerjanya hanya membicarakan orang lain, bahkan teman dekatnya sekalipun. ada lagi teman-temanku yang ketika belajar kelompok, hanya sebagian dari mereka yang mengerjakan tugas, sisanya menyontek hasil kerjanya. aku tahu ini sudah biasa terjadi diantara para siswa. karena otak mereka standar saja. tapi itu bukan alasan untuk membuat mereka malas belajar, kan? aku sangat jengkel dengan orang-orang yang malas berusaha. bukannya hidup ini untuk berusaha? kalau tidak, lebih baik mati saja. masih ada lagi temanku yang baik dirinya maupun keluarganya, selalu tidak dianggap. awalnya aku tidak mengerti perkataannya. tapi saat melihat langsung hal yang dialaminya, aku menjadi marah dengan orang-orang yang mengabaikannya. ia orang yang baik, jadi sangat disayangkan jika ia diabaikan oleh orang lain. ada juga yang ini, teman-temanku yang punya masalah dengan pemikirannya sendiri. beberapa merasa dikhianati oleh teman sendiri, beberapa merasa dikucilkan, dan bahkan beberapa merasa ia tidak mempunyai teman atau tidak dianggap. tapi itu semua hanya perasaan negative yang muncul dalam pemikiran mereka sendiri. mereka kadang tidak sadar ada teman yang masih peduli dengan mereka, masih ada teman yang memperhatikannya, masih ada teman yang mengajaknya hang out. mereka tidak sadar, karena mereka hanya terpaku pada orang-orang yang jahat atau tidak peduli dengan mereka. nah, ada lagi nih, mungkin masalah yang dihadapi hampir semua remaja, bukan dikelasku saja, yaitu masalah dengan orangtua. terlalu banyak yang menghadapi masalah ini. entah karena ia sulit mengontrol emosinya, atau karena ia merasa orangtuanya tidak adil terhadapnya. apapun itu, kita harus mengontrol emosi kita saat berbicara dengan mereka. bukan karena sok bijak, tapi karena kita tidak akan sampai kesini tanpa orangtua kita. hanya mereka yang memberi dan merawat kita tanpa pamrih. coba kalo sama pacar kalian, pasti pake pamrih. bener nggak? hehee :D
well,  masih banyak lagi teman-temanku yang punya masalah pribadi masing-masing, seperti masalah dengan cowo/cewenya, kekekeee.. ^^v
aku selalu bertanya, kenapa kami dimasukkan dalam satu kelas, dengan kasta, pengalaman dan masalah yang berbeda. tapi aku sadar, dengan begitu kita bisa belajar dari pengalaman teman lainnya. belajar bagaimana jika kita berada diposisi mereka, dan apa keputusan yang kita buat jika memiliki masalah seperti mereka. aku sangat beruntung mempunyai teman sekelas seperti mereka. mereka membuatku melihat dunia dari berbagai sudut pandang. aku belajar banyak dengan bersama mereka. terima kasih, teman-teman! terimakasih selama 2 tahun ini. aku tidak ingin melupakan peristiwa selama 2 tahun ini. Terima Kasih! :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar