Selasa, 18 Maret 2014

Confused..

Konnichiwa, minna!
siang ini benar-benar cerah. saking cerahnya, aku hampir menghabiskan stok es batu dan sirup yang ada dikulkas. dan itu segaaaarrr~
disiang yang sangat 'cerah' ini, aku hanya ingin mencurahkan isi pikiranku selama ini. hanya saja, aku bingung harus memulai darimana.
umm.. well, kalian pasti punya teman yang kadang ada waktu susah tapi tidak ada diwaktu senang, atau teman yang ada diwaktu senang tapi tidak ada diwaktu susah, atau teman yang ada disaat senang dan susah, bahkan teman yang tidak ada disaat susah maupun senang (?). intinya seperti itu.
aku sering bertanya-tanya apa aku punya 'teman yang benar-benar percaya dan mendukungku' ? aku tidak tahu. ada teman yang tiap hari aku selalu baik padanya dan membelanya ketika diganggu teman lain, tapi dia tidak pernah menganggapku sebagai teman dekat. hanya sebatas teman saja. apa kalian tahu, cara aku membelanya, yaitu dengan membalas omongan orang yang menganggunya dengan kata-kata pedas dan mungkin mereka merasa sakit hati dikatai seperti itu. tapi aku tidak peduli. saat itu yang aku pikirkan adalah agar mereka tidak mengganggu dia lagi. karena aku merasa dia adalah 'teman yang berharga' begitu pikirku. tapi saat aku dikata-katai oleh orang lain, dia hanya diam melihat aku yang diganggu. sebenarnya aku selalu bisa melawan omongan mereka, tapi ketika melihat dia yang hanya diam dan seolah tidak peduli dengan apa yang sedang aku hadapi, aku merasa sakit. tidak ada kata yang keluar dari mulutnya seperti saat aku membelanya waktu diganggu. tidak ada. dia hanya diam. akhirnya aku hanya bisa diam. entah karena aku malas meladeni mereka yang mengata-ngataiku, atau karena sedang berusaha menahan rasa sakit yang dia buat padaku. tidak, ini bukan karena aku suka padanya ini tidak mungkin terjadi karena dia cewe (dan aku tidak belok sama sekali). mungkin dia tidak sadar, apa yang dia lakukan padaku sudah membuat aku merasa benar-benar BODOH. aku kira dia akan menjadi teman yang baik dan selalu membela dan mendukungku, tapi ternyata tidak. jika kalian pernah mengalaminya, pasti sakit, kan? lebih sakit daripada saat kalian tahu gebetan kalian jadian dengan orang lain. karena aku sudah menganggapnya teman dekat, bahkan mungkin merasa dia sebagai... eerr.. 'sahabat'.. (kata itu terdengar aneh ditelingaku). tapi setiap kali aku sengaja membuat kekacauan, dan ketika hampir semua teman sekelasku menyalahkanku, bahkan jengkel padaku, dia malah berada dipihak mereka, menyalahkan dan menyudutkanku. aku rasa tidak ada yang lebih sakit dari itu. yang aku tahu, definisi 'teman' itu ada disaat susah maupun senang. tapi ada lagi definisi yang baru aku tahu setelah mengalaminya sendiri. "teman itu selalu membela dan mendukungmu walau kamu melakukan kesalahan berulang-ulang, tidak, dia tidak perlu mengerti dirimu. dia hanya perlu percaya padamu akan apa yang kau lakukan, walau semua orang tidak percaya padamu."
mungkin memang itu yang aku rasakan sekarang. teman yang aku dukung, mendengarkan curhatannya, berusaha memberi solusi kepadanya, ternyata tidak menganggapku sebagai 'sahabat'nya. dia yang selalu aku bela mati-matian ketika diganggu orang lain, tidak membelaku balik ketika satu kelas mengata-ngataiku, malah dia hanya diam seperti tidak mendengar mereka yang menggangguku. aku benar-benar merasa 'dibuang'. dia hanya membutuhkanku disaat dia berada dalam kesusahan dan hanya diam mungkin (pura-pura) tidak berdaya begitu aku ada dalam posisinya, sedang kesusahan.
sungguh!
aku tidak tahu lagi, mana yang baik dan mana yang jahat.
aku tidak tahu lagi siapa yang bodoh dan lemah dan siapa yang begitu kuat dan cerdik disini.
aku tidak tahu lagi mana kawan dan mana lawan.
aku benar-benar.... bingung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar