Kakak...
ada beberapa hal yg ingin aku katakan.
aku juga bingung memulai darimana.
seperti yang kau tahu, kita tidak pernah akrab dari kecil. kau orang yang sangat jahil. selalu mengerjai adikmu yang bodoh ini. meskipun kau bermaksud untuk mengajakku bermain, aku hanya lebih sering menangis daripada tertawa karena ulahmu.
Kakak...
kau anak yang cerdas. semua orang berpikir seperti itu. tapi aku sama sekali tidak ingin mengakuinya karena aku merasa kau kakak yang jahat.
kau egois. kau pelit. kau pemarah. sangat disiplin bahkan terhadap adikmu.
Kakak...
apa kau ingat? sewaktu kecil, kau tidak ingin bermain denganku. kau bahkan meninggalkanku sendirian dan pergi bermain bersama teman-temanmu. hingga Ayah memarahimu dan kau terpaksa harus bermain denganku.
Setiap saat, aku selalu menempel didekatmu, selalu berusaha ingin bermain denganmu. Aku selalu punya firasat tidak akan mendapat banyak waktu bersamamu lagi begitu kita dewasa nanti. Dan ternyata firasatku benar. Kau melanjutkan kuliah di tanah orang, dan aku tetap menetap di tempatku. Hanya setahun sekali kita akan bertemu...
Kakak...
Apakah kita akrab? Apakah kita mirip? Aku punya jalan sendiri yang harus kutempuh, dan kau juga punya jalan sendiri. Itu berarti kita tidak mirip, kan? Tapi aku ingin kita bisa tetap akrab, tetap dekat, dan tetap akur (kau harus mengerti, aku ingin akur denganmu jadi berhentilah menjambak rambutku).
Kakak...
Di masa depan nanti, kita akan menjadi orang seperti apa?
Apa aku akan jadi orang sukses? Apa aku akan jadi orang kaya? Bagaimana denganmu? Apa kau akan mendapat lelaki yang sempurna? Dan apa kau memiliki karir yang kau idamkan? Semoga kau mendapatkan semuanya, dan semoga aku tidak iri dengan dirimu.
Dimasa depan nanti, kita akan lebih jarang bertemu. Hanya melihat dan mengobrol lewat telepon atau video call, itupun kalau sempat. Bahkan sampai rambut memutih dan kau dikelilingi cucu dan cicitmu.
Tapi tolong jangan lupakan aku.
Kakak...
Sampai aku tua nanti.. Ketika aku mulai melupakanmu dan berpaling darimu, tolong ingatkan aku. Ingatkan aku tentang masa kecil kita yang penuh pertengkaran, perkelahian, petualangan.
Tolong ingatkan aku tentang masa remajaku yang penuh duka dan tawa.
Tolong ingatkan aku tentang masa sulit yang pernah aku hadapi dan kau ada disisiku memarahi dan juga menyemangatiku.
Tolong ingatkan aku akan dua adik laki-laki yang sifatnya selalu lebih cepat dewasa dibandingkan diriku.
Tolong ingatkan aku tentang kedua orangtua kita yang kadang lebih sering membelaku ketika kita bertengkar, atau bahkan memukuli kita berdua sewaktu kecil hanya karena kau yang tidak mau tidur siang.
Tolong ingatkan aku tentang nenek yang selalu membelamu walaupun salah dan selalu membentakku hingga aku muak.
Tolong ingatkan aku, masih banyak teman-teman diluar sana yang bisa menemaniku dan mengajakku bermain ketika kau tidak ada, agar aku tidak merasa kesepian..
Kakak...
Aku menyayangimu...
Dengan semua sifatmu dan kelakuanmu...
Entah itu baik atau buruk...
Kakak...
Selamat ulang tahun...
Selamat ulang tahun yang ke 21!
Aku menyayangimu!
Dari adikmu, yang masih belum beranjak dewasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar