hei, bagaimana kabarmu?
apa kau baik-baik saja?
entah kenapa, tiba-tiba saja aku ingat kamu.
tidak, aku tidak mengharapkan kau akan mengingatku.
aku ini manusia dengan ingatan yang pendek.
sulit mengingat nama teman-teman lamaku.
aku saja sudah lupa dengan nama teman-teman SMP-ku.
apalagi teman SD ataupun TK.
jadi kalau kau tidak mengingatku, aku maklumi.
mungkin itu karma untukku.
hei, apa kau ingat?
the first time we're become friends.
sudah berapa lama ya kita berteman kalau dihitung sampai sekarang?
mungkin hampir 3 tahun.
awalnya aku tidak terlalu tertarik denganmu.
aku hanya ingin berteman.
melihatmu yang begitu lucu, membuatku tersenyum.
aku sering mengganggumu
bahkan meneriakkan namamu, hingga membuatmu lari.
tapi ketika tahun berikutnya tiba, ada yang berbeda.
apa karena kau yang bertambah tinggi melewatiku?
atau karena kau lebih sering tersenyum dan menyapaku duluan daripada lari terbirit-birit?
atau mungkin juga karena aku mulai menyadari sikapku yang childish dan norak di tahun sebelumnya?
entahlah, aku tidak tahu mana jawaban yang benar.
hei, apa kau ingat?
the first time you send me a message.
aku ini sangat malas dalam membalas pesan.
apalagi membalas pesan yang tidak penting.
pertama kali kau mengirimku pesan yang sangat singkat: 'malam'.
jadi karena aku tahu itu tidak penting, aku membiarkannya saja.
lalu besoknya kau mengirimku pesan lagi, seperti: 'siang' lalu 'sore' dan 'malam' lagi.
dan lagi, aku membiarkannya.
ya, awalnya aku memang orang yang cuek dan masa bodoh.
mungkin sekarang masih sama.
besoknya dan besoknya lagi, kau tetap mengirimku pesan seperti itu.
dan untuk kesekian kalinya aku membiarkannya.
suatu hari kau bertanya padaku apakah aku mengganti nomorku.
aku jawab, tidak.
lalu kau bertanya lagi: 'kenapa tidak membalas pesanku?'
aku menjawab dengan masa bodoh: 'kau mengirim pesan yang tidak penting. aku malas membalasnya.'
kau hanya diam sih.
tapi saat itu juga aku mengira kau tersinggung.
esok harinya kau mengirimku pesan lagi.
karena aku tidak ingin kau marah, aku membalasnya dengan setengah hati.
tapi dugaanku salah.
walaupun awalnya isi pesannya tidak penting, isi pesan berikutnya begitu menyenangkan.
kita tidak habis-habisnya mengirim pesan.
saking serunya, aku tidak sadar sudah tengah malam.
mengingatnya saja membuatku tersenyum.
tapi... kenapa akhir-akhir ini kau sudah jarang mengirimku pesan?
hei, apa kau ingat?
the first time you gave me those songs.
benar-benar menyenangkan mendapat lagu penyanyi favoritku darimu.
setiap kali aku mendengar lagu itu, tiba-tiba saja aku teringat padamu.
ini aneh, kan?
hei, i'm a simple girl.
aku tidak peduli dengan apapun.
terlalu cuek.
terlalu blak-blakkan.
terlalu berkata 'jujur' sampai menyakiti perasaan orang lain.
tidak peduli kepada siapa aku bicara.
teman, adik kelas, kakak kelas, atau orang yang baru aku temui.
tapi aku selalu merasa aneh ketika berbicara denganmu.
aneh rasanya ketika kita berdua sendirian dan mencoba ngobrol.
yah, soalnya kita selalu saling berbicara satu sama lain ketika ada teman yang ikut nimbrung.
tidak pernah sendirian seperti itu.
bahkan ketika aku tidak bisa mengeluarkan satu kata pun untuk memulai pembicaraan,
kau yang mengambil alih dengan tenang.
menanyakan hal-hal sederhana dan mengajakku bercanda.
aku hanya tertawa dan sesekali menimpali,
meski lidahku terasa kaku dan tenggorokanku terasa kering.
aku menahan setiap kata yang akan keluar dari mulutku.
mencoba tidak membuatku malu dihadapanmu.
hasilnya aku malah terlihat seperti cewek yang sombong dan angkuh.
tapi... kenapa akhir-akhir ini aku sudah tidak mengobrol denganmu lagi,
bahkan melihatmu saja sangat jarang?
hei, dari sekian banyak cowok keren, tampan dan maskulin yang aku kenal
kenapa pilihanku jatuh padamu?
kau mungkin juga akan menanyakan hal yang sama.
kau tidak termasuk dalam tipe tersebut.
kau tidak tampan, maskulin ataupun keren.
kamu itu.... unik.
itu yang membuatmu menarik.
wajahmu yang bodoh dan ceria itu selalu menarik perhatian teman-temanmu.
ya, kau punya daya tarik sendiri.
hei, kalau surat ini terbaca olehmu, apa yang harus aku isi pada nama pengirim?
apa namaku sendiri?
atau 'your secret admirer'?
atau aku akan membiarkannya kosong?
kalau dipikir-pikir lagi, mana mungkin aku mau mengisi namaku sendiri.
itu akan membuatku benar-benar malu.
secret admirer tidak cocok denganku.
aku bukan pengagum rahasiamu.
sudah kubilang, kan?
kau unik.
tapi bukan berarti aku mengagumimu.
mungkin aku akan membiarkannya kosong.
tidak.
mengirim surat tanpa nama pengirim tetap saja membuatku malu.
hei, ketika aku bertanya 'apa kau ingat pertama kali..'
sebenarnya aku tidak mengingatnya.
sudah kubilang kan kalau ingatanku begitu pendek.
aku tidak mengingat hari, tanggal, bulan ataupun tahun ketika pertama kali aku berteman, berbicara, atau mengirim pesan padamu.
yang aku ingat adalah bagaimana kau menjadi temanku.
yang aku ingat adalah bagaimana sikapmu saat kau berbicara dan menyapaku.
yang aku ingat adalah isi pesanmu yang begitu lucu.
yang aku ingat adalah caramu tertawa dan berusaha membuat joke yang aneh.
hei, isi surat ini benar-benar panjang.
tapi masih banyak hal yang ingin aku katakan.
bagaimana perasaanmu saat aku mengabaikanmu?
sakitkah?
aku harap tidak.
karena aku tahu kau orang yang bisa mengendalikan perasaanmu dengan baik.
mungkin itu yang membuatmu menjauhiku dan mundur teratur.
terkadang, aku merasa aneh dan ada yang kurang ketika kau tidak ada
tapi di satu sisi aku merasa lega karena kita menjauh perlahan tanpa saling tersakiti.
hei, aku lupa mengatakan hal ini padamu.
aku cewek yang kurang peka.
itu sebabnya aku tidak menyadari perasaanmu.
tidak.
aku memang tidak tahu perasaanmu padaku.
aku hanya menerka-nerka.
dan aku berharap itu benar.
tapi.... ada satu hal yang selalu mengganggu pikiranku.
dan itu membuatku sadar setiap kali aku melihat atau mengingatmu.
aku rasa, aku benar-benar...
menyukaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar