Jumat, 04 Juli 2014

Siap, Sedia, Mulai!

aku tidak tahu apa passionku yang sebenarnya.
saat pemilihan snmptn, ayahku menganjurkan untuk masuk jurusan akuntasi, aku ikut saja. yang aku tahu, mungkin hanya sedikit peminat dijurusan itu. jujur saja, saat ayahku begitu mau aku masuk kesitu, aku merasa sedikit tertekan. aku yang awalnya memang ingin masuk situ, jadi tidak mood lagi. mungkin karena paksaan ayahku. atau mungkin aku tidak punya minat sedikitpun dijurusan itu. mungkin juga karena motivasiku kurang. entahlah.
yah, saat aku akan memilih, banyak pertanyaan dalam benakku. kenapa harus di universitas itu? kenapa harus dijurusan itu? kenapa harus memilih jurusan yang sudah jelas masa depannya? memangnya jurusan lain itu tidak jelas masa depannya? belum tentu, kan?
aku tidak memikirkan apa yang akan terjadi padaku setelah memilih jurusan yang aku inginkan. tidak peduli kalau masa depannya jelas atau tidak. aku hanya ingin kuliah dijurusan yang aku sukai. tanpa paksaan.
waktu itu aku berpikir karena ayahku pernah dijurusan yang hampir sama, jadi mungkin aku bisa. waktu itu aku berpikir ayahku menginginkan aku masuk disitu. waktu itu aku berpikir mengikuti keinginan ayahku akan membuatku bisa lolos, karena aku tahu ia mendoakanku. waktu itu aku berpikir mungkin lebih baik dan menyenangkan kalau aku bisa tinggal dengan kakakku lagi karena diuniversitas yang sama. semua pikiran bermain dikepalaku, sampai aku lupa, sebenarnya apa yang aku inginkan untuk diriku sendiri.
ternyata semua orang sedang khawatir dengan diriku. mereka khawatir aku mengerjakan hal yang tidak aku cintai. sedangkan aku tetap stuck dengan pikiranku sendiri.
ternyata motivasiku memang kurang. aku hanya ingin diuniversitas yang sama dengan kakakku agar bisa dekat dengannya kembali.
ternyata aku mengikuti kemauan ayahku bukan karena ia memaksaku, tapi karena aku yang terlalu sombong dan ingin terlihat seperti anak yang patuh dengan memilih jurusan itu.
ternyata aku tidak melakukan untuk diriku sendiri. aku hanya ingin melakukan untuk ayah dan kakakku. aku bahkan mengabaikan ibuku yang sangat menyayangiku.
dalam diriku, disatu sisi aku berharap bisa lolos jalur snmptn, tapi disatu sisi berharap aku tidak lolos. sisi yang satu berteriak, 'loloskan aku jalur itu! agar aku bisa melihat ayah dan ibuku bahagia! agar aku bisa bersama dengan kakakku lagi! agar semua orang tahu aku bukan anak yang bodoh! agar semua orang tahu bukan hanya kakakku saja yang bisa, tapi aku juga!' kemudian disisi yang satu lagi berteriak lebih keras dan terdengar memohon, 'aku tidak ingin masuk kesana! kalau aku masuk kesana apa aku bahagia? rasanya salah kalau aku memilih jurusan itu! aku tidak memilih yang aku sukai! bagaimana bisa aku lolos disana? aku ingin melakukan demi diriku sendiri. aku ingin melakukan dengan sepenuh hati, jiwa dan raga jika aku lolos dijurusan yang sebenarnya aku inginkan!'
saat pengumuman snmptn, dan aku tidak dinyatakan lulus, aku menangis sejadi-jadinya. aku seperti jatuh terlalu dalam. karena aku merasa menunjukkan diriku yang paling bodoh.
airmataku rasanya terlalu banyak. mungkin karena aku menahannya selama ini dan menumpahkan perasaanku.
Lalu tiba-tiba saja hatiku terasa lenggang. rasanya begitu ringan, dan ada hawa hangat yang menyelimutinya. muncul perasaan senang dan bahagia dalam diriku, yang aku sendiri tidak tahu apa alasannya. rasanya aku bisa melakukan apa saja. aku seperti akan melakukan perubahan dalam diriku. tiba-tiba saja ada bisikan yang aku yakin berasal dari diriku sendiri, "inilah permulaannya. awal dari segalanya. kau belum berjuang, maka berjuanglah dari sekarang.'
dan aku merasa yakin inilah awalnya. awal yang aku inginkan. begitu penuh rintangan dan tantangan yang akan kuhadapi. beginilah seharusnya diriku, yang tidak mau jalanku terasa begitu mudah. karena menurutku jalan yang panjang dan sulit akan mendapat hasil yang memuaskan dan bertahan lebih lama daripada jalan yang mudah.
seperti dikomando, seluruh saraf dalam tubuhku meniup peluit secara serentak. menandakan semua sudah siap di garis start. aku belum pernah seyakin ini dalam hidupku. bahwa aku akan baik-baik saja dan akan lebih baik lagi setelah ini. peluit berbunyi untuk kedua kalinya, menandakan semuanya bersedia. kakiku terasa gatal dan ingin berlari secepatnya. secepat roket tanpa berhenti dan tanpa menoleh kekanan-kiri lagi. kini aku bisa mendengar bunyi peluit untuk ketiga kalinya, menandakan MULAI-nya. inilah saatnya. ya, inilah awalnya!
perjalanan dimulai!



 *this post was written by blogger on 6th June 2014*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar